Tears,...
ujudmu bening nan suci, hadirmu tanpa suara tanpa kata,... namun hadirmu mentafsirkan beribu rasa bahagia dan derita yang bisu terpendam
Tears,...
hadirmu dari hiliran rasa muara hati, mengalir kesudut mata yang sembab jatuh bergulir linangmu membasahi pelataran pipi yang telah usam, menyampaikan hati yang mengharap kebahagiaan dan menanti sejengkal kesetiaan tentang rasa
Tears,...
hadirmu mengajarkan tentang dalamnya perasaan, alirmu mengusap kelegaan hati yang terisak terpendam,... linangmu menandakan kesucian hati yang terbalut indah dengan keikhlasan
Tears,...oh,...Tears,...
dan aku disini mengagumimu, ku ucap beribu terimakasih oleh deras linangmu yang mengajarkan aku tentang ketegaran, tentang kedewasaan,tentang ketabahan serta segala arti tentang HIDUP dan HATI.
Ohh,... sujud terimakasihku pula pada-MU TUHAN,.. KAU telah melengkapi hidupku dengan airmata ini,... lewat airmata ini pulalah insan akan sadar menuju jalan-MU serta ikhlas menerima jalan takdir-MU
**My heart is my tears**
Minggu, 28 Mei 2017
Minggu, 07 Mei 2017
Aku Hanya Wanita Biasa
Ku terlahir sebagai wanita desa dengan segala kekurangan,dengan segala keterbatasan, aku tidak sempurna layaknya SUPER WOMAN yang kuat atau SUPER STAR'S yang dianggap tiap lekuk langkahnya selalu perfect dimata sang idola.
aku hanya wanita kampung yang mencoba untuk menjadi baik dengan segala kekuranganku dan kelemahanku,... dengan berjalannya waktu ku meniti usia dengan hari hariku yang membisu,... tangis,tawa,sedih,bahagia,luka pun aku rasakan,... ku ingin menjadi yang baik buat semua yang ku sayang semampu aku walaupun aku bukan lah yang TERbaik...
aku ingin semua bahagia tanpa tersakiti, sekali lagi aku sadar aku hanya wanita kampung biasa,terlahir dari keluarga yang amat sangat biasa selayaknya orang" kampung (desa) tapi,... disisi terkecilku aku adalah sama aku juga wanita yang memiliki hati dan rasa,... memiliki ego serta airmata, dan terkadang saat perih datang karena satu kekhilafan yang aku buat airmatapun tak henti hentinya mengalir,perih menghujam tiada teralih dan hati egoku pun murka "apa sih salahku,apa dosa yang aku buat,kurang apakah diriku,harus seperti apa aku dalam menghadapi semua ini,aku hanya wanita biasa,tak melihatkah kau ya TUHAN? haruskah aku berbuat jahat atau curang agar aku menjadi perfect??
aku merasa lelah dengan uji MU, tak mau kah KAU menyuruh malaikat-MU untuk menjemputku?" itulah kalimat EGO yang terucap kala kumerasa kalut,... sungguh MA'AF ku yang ESA jika terkadang aku murka,..sungguh tiada sadar kala ku murka dan menghujat MU untuk menuntut keadilan.
ku tiada sadar "BAHWA HIDUP INI HANYALAH SEMENTARA,SELAYAKNYA KITA MENUMPANG MINUM" sungguh ku tiada sadar "BAHWA KEBAJIKAN SERTA KEIKHLASAN HATI ADALAH BEKAL UNTUK KITA MENUJU KEHIDUPAN YANG KEKAL YANG LEBIH ABADI" maafkanlah aku,...ampunilah aku seyogyanya aku hanyalah wanita biasa yang KAU ciptakan dengan segala lemahnya dan pekanya hati serta perasaan, dan dengan segala kekhilafanya.
Maafku pada MU yang ESA
**linang dalam sujudku**
aku hanya wanita kampung yang mencoba untuk menjadi baik dengan segala kekuranganku dan kelemahanku,... dengan berjalannya waktu ku meniti usia dengan hari hariku yang membisu,... tangis,tawa,sedih,bahagia,luka pun aku rasakan,... ku ingin menjadi yang baik buat semua yang ku sayang semampu aku walaupun aku bukan lah yang TERbaik...
aku ingin semua bahagia tanpa tersakiti, sekali lagi aku sadar aku hanya wanita kampung biasa,terlahir dari keluarga yang amat sangat biasa selayaknya orang" kampung (desa) tapi,... disisi terkecilku aku adalah sama aku juga wanita yang memiliki hati dan rasa,... memiliki ego serta airmata, dan terkadang saat perih datang karena satu kekhilafan yang aku buat airmatapun tak henti hentinya mengalir,perih menghujam tiada teralih dan hati egoku pun murka "apa sih salahku,apa dosa yang aku buat,kurang apakah diriku,harus seperti apa aku dalam menghadapi semua ini,aku hanya wanita biasa,tak melihatkah kau ya TUHAN? haruskah aku berbuat jahat atau curang agar aku menjadi perfect??
aku merasa lelah dengan uji MU, tak mau kah KAU menyuruh malaikat-MU untuk menjemputku?" itulah kalimat EGO yang terucap kala kumerasa kalut,... sungguh MA'AF ku yang ESA jika terkadang aku murka,..sungguh tiada sadar kala ku murka dan menghujat MU untuk menuntut keadilan.
ku tiada sadar "BAHWA HIDUP INI HANYALAH SEMENTARA,SELAYAKNYA KITA MENUMPANG MINUM" sungguh ku tiada sadar "BAHWA KEBAJIKAN SERTA KEIKHLASAN HATI ADALAH BEKAL UNTUK KITA MENUJU KEHIDUPAN YANG KEKAL YANG LEBIH ABADI" maafkanlah aku,...ampunilah aku seyogyanya aku hanyalah wanita biasa yang KAU ciptakan dengan segala lemahnya dan pekanya hati serta perasaan, dan dengan segala kekhilafanya.
Maafku pada MU yang ESA
**linang dalam sujudku**
Selasa, 02 Mei 2017
Hati Malamku
Saat malam beranjak hening, ku hanya berteman lamunan, ku sapa diaryku ku coret hatiku ditiap laman demi laman,... wahai malam yang sunyi kenapa gundah n kesedihan ini tiada lepas dari hari yang ku titi?
wahai malam yang sepi kenapa airmataku tak pernah lepas tiap kali mengingatnya
wahai hembusan bayu malam taukah kau
di tengah malam yang sunyi,di tengah dingin yang menusuk kulit
membuat hati tak bisa bergeming,menghadapi hati yang bertaruh rindu...
di tengah malam yang sunyi,di kegelapan yang kian sepi
ku ingin memejamkan mata,agar aku sejenak bisa menitipkan hatiku pada sang bayu malam
Sang malam sampaikan rasa rinduku padanya.
Terdengar rintik hujan di luar sana...gemerciknya mengusik hati
aku ingin terpejam dalam tatapanmu yang teduh hangat melembutkan
Aaahhh malamku,...aku ingin baringkan segalanya dalam peristirahatan kurasa begitu lelah raga dan batinku,aku ingin pejamkan kedua pelupukku agar hatiku tertidur lelap bersandar sejuk sapamu hingga ku terbangun keesokan harinya saat gema adzan subuh membangunkanku....
-Hatiku,malamku dan kesunyianku-
wahai malam yang sepi kenapa airmataku tak pernah lepas tiap kali mengingatnya
wahai hembusan bayu malam taukah kau
di tengah malam yang sunyi,di tengah dingin yang menusuk kulit
membuat hati tak bisa bergeming,menghadapi hati yang bertaruh rindu...
di tengah malam yang sunyi,di kegelapan yang kian sepi
ku ingin memejamkan mata,agar aku sejenak bisa menitipkan hatiku pada sang bayu malam
Sang malam sampaikan rasa rinduku padanya.
Terdengar rintik hujan di luar sana...gemerciknya mengusik hati
aku ingin terpejam dalam tatapanmu yang teduh hangat melembutkan
Aaahhh malamku,...aku ingin baringkan segalanya dalam peristirahatan kurasa begitu lelah raga dan batinku,aku ingin pejamkan kedua pelupukku agar hatiku tertidur lelap bersandar sejuk sapamu hingga ku terbangun keesokan harinya saat gema adzan subuh membangunkanku....
-Hatiku,malamku dan kesunyianku-
Langganan:
Postingan (Atom)