Rabu, 25 Juli 2018

Sehari Setelah Komunikasi Terakhir Kita

" Hubungan itu bakalan terasa hambar kalau ga ada konfliknya."
Mungkin pepatah itu ada benernya juga. Sebenernya, kalau kita berpikiran positif, konflik dalam sebuah hubungan itu bisa mengajarkan kita secara dewasa mengenai apa itu 'cinta'.
So,berpikirlah dengan pola pikir yang menganggap bahwa konflik atau kesalahpahaman,ketidak mengertian,dalam sebuah hubungan itu bisa dijadikan sebagai alat untuk pembelajaran menjadi dewasa dan bijaksana.Gak selamanya, kita boleh menginterpretasikan bahwa konflik yang krusial dalam sebuah hubungan hanya memiliki satu jawaban, yakni: harus berakhir atau terserah.
Setiap orang pun pasti memiliki caranya masing-masing dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Dan harusnya KITA bisa menyelesaikan nya dengan cara sebaik mungkin,dari hati ke hati,di saat aku meyakinni Kamu adalah orang yang bijaksana,lelaki yang mengerti perasaanku,lelaki yang mengayomi merengkuhku dalam peluk di saat aku berada dalam ketidak tenangan,lelaki yang berkata "kita akan baik-baik saja,ada aku gak usah di pikir lagi,kamu tenang ya",Lelaki yang akan mengusap tiap linang air mataku dan berkata kamu gak boleh sedih,bukan dengan kata TERSERAH.
Karena menurut ku kalimat tersebut adalah sudah tidak adanya lagi RASA,tidak adanya lagi ketidak perdulian,sengaja membuat keadaan dalam ketidakpastian,membiarkan berlarut-larut,tidak adanya lagi etikad baik agar hubungan kita membaik.

Baiklah mungkin memang Kamu menginginkan menjauh sejauh-jauhnya dariku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar